Monday, May 4, 2009

PEMBANGUNAN JALAN DIARAHKAN DUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI

sumber: Berita PU
Senin, 4 Mei 2009 14:00

Strategi pembangunan jalan Departemen Pekerjaan Umum (PU), ke depan akan diarahkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah yang dilewatinya.

Dalam acara Media Gathering yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik Departemen PU di Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan lalu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hermanto Dardak menuturkan, strategi pembangunan akan berbeda antara daerah yang sudah berkembang dan sedang berkembang.

”Untuk daerah yang sudah berkembang, pembangunan jalan di arahkan ke jalan lingkar, flyover/underpass, serta bypass (akses) Pelabuhan Laut dan Bandara, serta jalan tol,” ucap Hermanto Dardak.

Sementara untuk daerah yang belum berkembang, arahnya pada pembangunan jalan akses ke pelabuhan laut, bandar udara, kawasan industri, serta kawasan wisata.

Menurut Dirjen Bina Marga, kehadiran jalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sangat penting karena 90,3 persen angkutan barang menggunakan moda transportasi darat, sementara lainnya menggunakan udara, laut, dan kereta api.

Sesuai sasaran Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) 2009-2014, kondisi jalan nasional sudah harus terhubung, menerus, lancar, selamat, serta ramah lingkungan.

Hermanto menargetkan 2009 dari total panjang jalan nasional 34.000 kilometer lebih, tidak ada lagi jalan yang rusak berat serta memperkecil jalan yang rusak ringan menjadi 12 persen, dari semula 13 persen, sementara kondisi jalan sedang ditingkatkan dari 33 persen menjadi 34 persen, dan jalan baik dari 50 persen menjadi 52 persen.

Strategi ke depan masih mengutamakan mempertahankan kinerja jalan agar jangan sampai terjadi penurunan kualitas, pelebaran dan perkuatan struktur, penanganan segmen yang selama ini rawan kecelakaan, serta kelembagaan, terakhir pengembangan jalan tol.

Mengenai upaya mempertahankan kinerja jalan ada tiga langkah yang akan dilakukan yakni mengaktifkan kembali mandor/ pengamat jalan yang akan dimasukan dalam kontrak konstruksi, membentuk kelompok swakelola dalam menghadapi musim hujan, serta ada pola baru dalam tender dengan memasukan periode garansi dan kontrak berbasis kinerja.
Untuk kegiatan pemeliharaan jalan guna mempertahankan kualitas, Ditjen Bina Marga tahun ini menganggarkan Rp8 triliun lebih, sementara untuk pembangunan jalan baru Rp 4 triliun lebih, jembatan lebih dari Rp 1,5 triliun termasuk Jembatan Suramadu. Khusus jalan tol, Ditjen Bina Marga mengalokasikan dana talangan pembebasan tanah Rp 321 miliar dan dana resiko Rp2 triliun. (rnd)
Pusat Komunikasi Publik

Friday, April 3, 2009

Anggaran Tahun 2009 Terbatas
Perbaikan Jalan Terpaksa Dipilih dan Prioritas


Infrastruktur 03-04-2009
*mulyadi hutahaean

MedanBisnis – Medan
Dinas Bina Marga Propinsi Sumatera Utara (Propsu), dulu dikenal Dinas Jalan dan Jembatan Propsu, terpaksa harus memperbaiki jalan dengan cara memilih serta menetapkan skala prioritas. Pasalnya, anggaran untuk perbaikan jalan propinsi untuk tahun 2009 dari APBD Sumatera Utara hanya Rp 396 miliar, sementara jalan dalam kondisi rusak berat sepanjang 388,04 kilometer.
“Anggaran perbaikan jalan propinsi untuk tahun 2009 hanya Rp 396 miliar dana tersebut termasuk untuk melanjutkan proyek multi year sebelumnya sebesar Rp 115 miliar. Jadi anggaran untuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan jalan propinsi di Sumut hanya Rp 281 miliar dan sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan tahun 2009 yakni sebesar Rp 429,4 miliar,” kata Kepala Dinas Bina Marga Propsu, Umar Zunaedi Hasibuan kepada wartawan, Kamis (2/4) di Medan.
Menurutnya, keterbatasan dana untuk perbaikan ruas jalan dan jembatan tersebut bukan hanya di Sumut, tapi dana perbaikan jalan nasional juga mengalami penurunan. Dijelaskan, tahun 2008 secara nasional dana perbaikan jalan sebesar Rp 18,5 triliun sedangkan tahun 2009 hanya Rp 17,1 triliun. Penurunan anggaran untuk perbaikan jalan nasional tersebut untuk memenuhi anggaran pendidikan sebesar Rp 224 triliun.
Alumni Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara ini menilai, dengan dana minim dan beban besar tersebut maka pelaksanaan pengerjaan melalui skala prioritas yang tajam. Dari 388,04 kilometer jalan dalam kondisi rusak berat, 355,61 dalam kondisi rusak, 1.183,18 kondisi sedang akan diperbaiki dengan cara memilih yakni yang tadinya untuk peningkatan terpaksa dilakukan pemeliharaan rutin karena keterbatasan anggaran.
Kontraktor Profesional
Umar yang baru dipercaya memimpin Dinas Bina Marga Propsu ini akan berupaya meningkatkan kualitas perbaikan jalan dengan memperketat proses pelelangan. Disebutkannya, proyek perbaikan jalan itu harus dikerjakan badan usaha (kontraktor) yang profesional, sehingga aturan yang ditetapkan akan diperketat.Lebih lanjut dikemukakannya, kontraktor yang akan mengerjakan proyek perbaikan jalan itu memiliki aspalt mixing plant (AMP) yang telah disertifikasi, pekerjanya memiliki sertifikat keahlian dan pengawas yang diturunkan ke lapangan telah lulus pendidikan dan pelatihan, sesuai ketentuan Bina Marga.Ditegaskannya, penawaran terendah tidak menjadi jaminan untuk memperoleh pekerjaan. Sebab pengalaman sebelumnya, ada kontraktor yang menawar rendah, tapi proyek tersebut tidak diselesaikan. ”Itu terjadi karena nafsu kuat, tapi tidak mengukur kekuatan dan ada anggapan yang penting dapat kerjaan demi menggaji pekerja perusahaan tersebut,” jelasnya.
Tindak Tegas
Proyek yang akan ditenderkan lebih kurang 80 paket di Bina Marga Propsu tahun 2009 akan dijalankan sesuai aturan dan akan dijatuhkan sanksi bila tidak mematuhi aturan tersebut.
Dijelaskan, bila ada kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak, maka perusahaan tersebut akan diblacklist dan jaminan pelaksanaannya akan dicairkan untuk negara. ”Sebenarnya denda itu bukan solusi, tapi yang dibutuhkan masyarakat itu jalan yang bagus,” katanya.
Dia mengakui rendahnya kualitas pembangunan jalan di Sumut karena dipengaruhi dua unsur yakni kesengajaan dan ketidakmengertian kontraktor. Kesengajaan itu terjadi yakni mengurangi kualitas (mencuri). Terkait pengurangan kualitas tidak akan ditolerir dan akan diberikan sanksi tegas. ”Kesengajaan itu misalnya menipu kualitas aspal, material dan mengaspal saat hujan,” tuturnya sembari menambahkan unsur ketidakmengertian itu yakni spesifikasi sumber material, kelayakan bahan material dan tidak mengetahui tata cara penghamparan hotmix.

Sunday, March 29, 2009

DPD HPJI Sumut 2008-2012

Friday, March 27, 2009

DANA STIMULUS SERAP TENAGA KERJA DAN TINGKATKAN PELAYANAN JALAN NASIONAL


Dana stimulus sebesar Rp1,7 triliun untuk jalan nasional yang akan diterima Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen PU diperkirakan akan menyerap 54 ribu tenaga kerja baik yang langsung terkait dengan proyek maupun tenaga kerja tidak langsung. ”Anggaran APBN 2009 yang diterima Bina Marga sebesar Rp17 triliun ditambah dengan dana stimulus akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 600 ribu orang baik tenaga kerja langsung maupun tenaga kerja tidak langsung”jelas Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak di Jakarta (25/3).

Dari Rp17 triliun anggaran Bina Marga tahun ini, sebanyak 75% paket pekerjaannya telah ditandatangani kontraknya sehingga pekerjaan konstruksi sudah dapat dimulai. Sementara sisanya sedang dalam tahap persiapan tender maupun persiapan tanda tangan kontrak.

Menurut Hermanto Dardak, dana stimulus sebesar Rp1,7 triliun akan digunakan untuk mempercepat penyelesaian jalan nasional terutama jalan yang kondisinya memang sudah memerlukan rekonstruksi karena umur jalan telah habis. ”Sebelumnya jalan ini hanya kita tangani melalui perbaikan penunjang agar jalan ini tetap baik dalam tahun ini” katanya.

Dana stimulus juga akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek jalan nasional yang dapat diselesaikan dalam tahun ini seperti penyelesaian jalan pantai timur Sumatera yang akan mendukung fungsi jalan lintas timur seluruhnya, penyelesaian beberapa flyover untuk mengurangi kemacetan seperti Flyover Amplas di Medan dan penyelesaian ruas jalan Manokwari-Sorong.

Jalan-jalan nasional sepanjang 1.600 Km yang rusak akibat terkena bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, sebagian akan diperbaiki menggunakan dana ini. Penanganan jalan nasional dengan menggunakan dana stimulus juga akan mencakup pekerjaan perbaikan drainase dan bahu jalan sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Beberapa proyek infrastruktur yang tanahnya telah bebas, tambah Hermanto juga akan mampu menambah penyerapan tenaga kerja karena konstruksinya sudah dapat dimulai seperti pembangunan Tol Akses Tanjung Priok yang diperkirakan akan menyerap 1.000 tenaga kerja, Tol Kanci-Pejagan 900 tenaga kerja dan Tol Bogor Ring Road 300 tenaga kerja. (gt)


Sumber: Berita PU; http://www.pu.go.id

Pusat Komunikasi Publik

250309

Thursday, March 26, 2009

TERNYATA KONDISI JALAN DI RUSIA LEBIH PARAH

Sumber :
http://iwandahnial.wordpress.com/2009/03/01/ternyata-kondisi-jalan-di-rusia-lebih-parah/


Posted by iwandahnial under
IPTEK, LINGKUNGAN HIDUP 1 Maret 2009

Foto-foto di bawah ini menggambarkan salah satu jalan negara di Rusia yang menghubungkan Moscow ke kota Yakutsk di Siberia. Permukaan jalan tersebut tidak diaspal, walaupun jalan ini adalah jalur yang vital. Kondisinya amat parah, hujan yang sering kali turun menyebabkan sebagian jalan menjadi berlumpur dan bergelombang. Banyak kendaran yang terjebak atau terguling sehingga lalu-lintas menjadi lumpuh untuk beberapa lama. Untuk itu mobil derek harus bekerja keras untuk dapat menarik kendaran yang terjebak berhari-hari di dalam lumpur. Mungkin jalan ini lebih parah kondisinya dibanding dengan jalan negara yang ada di pedalaman pulau-pulau di Indonesia (?).











Bina Marga Sumut Harus Contoh Sumbar

Jumat, Mar 6, 2009
Berita Sore
Ekonomi
MEDAN (Berita): Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) disarankan agar mencontoh pola-pola yang diterapkan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam mencari sumber-sumber pendanaan untuk membiayai pembangunan serta perawatan jalan dan jembatan di daerah itu.
“Sumbar selalu bisa mendapatkan dana untuk pembangunan dan perawatan jalan dan jembatannya, kenapa Sumut tidak bisa. Seharusnya kita ‘belajar’ ke sana,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, H Sujarwono, pada rapat dengar pendapat dengan jajaran Dinas Bina Marga Sumut dan Balai Besar Pelaksanaan jalan Nasional I di Medan, Kamis [05/03].
Hal yang sama juga dikemukakan Ketua Komisi D, Sobam Bowo Bu’ulolo serta anggota Komisi D, Asyirwan Yunus dan HM Marzuki. “Kenapa Sumbar bisa, padahal APBD kita jauh lebih besar. Ini mungkin karena mereka (Sumbar) pintar melakukan lobi-lobi ke pusat, sementara kita tidak mampu,” ujar Asyirwan Yunus.
Bahkan, menurut dia, berkat keberhasilannya memberi percepatan pembangunan jalan dan jembatan di Sumbar, Kepala Dinas Bina Marga-nya mendapat promosi jabatan dan kini menempati posisi sebagai salah seorang Direktur di Departemen Pekerjaan Umum. “Pak Umar Hasibuan (Kepala Dinas Bina Marga Sumut, red) juga harus bisa seperti itu. Mana tahu nanti juga dapat promosi,” kata Asyirwan Yunus.
Pada kesempatan itu Sujarwono juga membandingkan kondisi jalan di Sumbar yang hampir semuanya bagus dan terawat, sementara di Sumut sebagian besar justru dalam kondisi rusak parah. “Sumbar pintar melobi ke Departemen PU dan selalu dapat dana APBN, sehingga jalan-jalan di sana bagus-bagus. Kenapa kita tak bisa,” tanyanya.
Sementara itu, HM Marzuki menyatakan sangat menyayangkan ketidaklihaian daerah itu dalam “menjolok” anggaran ke pemerintah pusat. “Kita mestinya juga lihai seperti Sumbar. Umar sendiri harus jadi Kadis berprestasi, jangan seperti kadis-kadis terdahulu,” kata politisi Partai Golkar itu.
Sedangkan Ketua Komisi D, Sobam Bowo Bu’olulu mengatakan pembangunan jalan-jalan dan jembatan di Sumut seharusnya lebih baik dibanding daerah-daerah lain di Sumatera. “Tapi nyatanya tidak, kita justru tertinggal,” ujarnya.
Ia juga menyebut jajaran pemerintahan di Sumbar yang selalu kompak dan memperjuangkan kepentingan daerah. “Gubernur dan Sekda-nya selalu kompak dengan para tokoh masyarakatnya. Mereka selalu kompak dan saling percaya karena tranparansi berjalan dengan baik, sehingga tidak ada saling tuding seperti di kita. Kami tahu ini karena kami baru pulang dari sana,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumut, Umar Zunaidi Hasibuan, mengatakan, kondisi jalan di setiap daerah tidak bisa disamakan. Ia menyebutkan, jalan provinsi di Sumut yang sepanjang 2.700 kilometer ditambah jalan nasional sepanjang 2.098 kilometer merupakan yang terpanjang kedua di tanah air. “Semua jalan membutuhkan perawatan dan pemeliharaan, sehingga anggaran kita yang kecil tidak mungkin dapat memperbaiki semua jalan itu. Apalagi jalan-jalan di Sumut setiap tahunnya selalu dilewati jutaan hasil perkebunan dan itu membuat jalan-jalan kita cepat rusak,” jelasnya.
Pada kesempatan itu ia juga menyebutkan, 29,8 persen jalan di Sumut deawasa ini dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat, sementara 70,1 persen dalam kondisi mantan atau sedang. Sementara anggaran Dinas Bina Marga yang ditampung dalam APBD Sumut 2009 tercatat hanya Rp396,9 miliar, turun dibanding anggaran tahun 2008 yang mencapai Rp461,515 miliar.
Sementara itu, sepanjang 418,68 kilometer jalan nasional di Sumut deawas ini juga dalam kondisi rusak berat, 559,89 kilometer rusak ringan, 700,34 kilometer dalam kondisi sedang dan hanya 419,14 kilometer dalam kondisi baik.(irm)

HPJI SUMUT Masa Bakti 2008-2012:

I. DEWAN PENASEHAT DAERAH:
 Ketua : Ir. Syarifullah Harahap, MSi (B-02658)
 Anggota Ir. Roslila Sitompul (B-09421)
Ir. Naek P.Hutagalung (B-01584)
Ir. PGR Simanungkalit (B-00645)
Ir. Relus Siagian (B-00463)
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional –I Medan ( Ex Officio)

II. DEWAN PENGURUS DAERAH HPJI SUMUT:
1. KETUA : Ir. Umar Zunaidi Hasibuan, MM
(B-02670)
2 Wakil Ketua-I (Bidang Organisasi, Etika dan Pengembangan Profesionalisme):
Ir. Zulkarnaen A.Muis, M.EngSc (B-01192)
3 Wakil Ketua-II : (Bid Standarisasi& Kerjasama Litbang/Perg.Tinggi)
 Ir. Meuthia Fadila, M.EngSc (B-02709)
4 Wakil Ketua-III: (Bidang Pendanaan & Infokom ) :
 Ir. Murlan Tamba, MM (B-09290)
5 Wakil Ketua-IV : (Bidang Pasar Regional/International) ;
 Ir. Ibnu S Hutomo, MM (B-03500)
6 SEKRETARIS :  Ir. Burhan Batubara (B-01025)
Wakil Sekretaris-I/II/III/IV
7 Ir. Selamat Rasidi Simanjuntak, MSc (B-04587)
8 Drs. Edi Usman, ST (B-10560)
9 Ir. Erika L.Pangaribuan, MM (B-04590)
10 Ir. Alfi Syahriza, M.EngSc (B-11471)

11 BENDAHARA :  Makmun Sukarma, ST (B-05421)
Wakil Bendahara-I/II/III/IV ;
12  Goklas Butar-butar, SH (B-04655)
13  Ir.Tobrani (B-05645)
14  Ir.Tirto Pamoto Siahaan, MSc (B-11847)
15  Ir. Simon Ginting

III : K O M I T E
A Dalam kordinasi Sekretaris DPD
1. Komite Organisasi
• Ir. Sanusi Surbakti, MBA (B-02664)
• Ir. Bambang Pardede (B-04203)
• Ir. Ulam Raya Hutagalung (B-11845)
2. Komite Etika & Hubungan Dewan Penasehat
• Ir. Ahmad Sofyan Lubis (B-02237)
• Ir. Bachtiar Sihombing (B-16177)
• Ir. Herbin Nainggolan (B-17713)
B. Dalam Kordinasi Ketua Bidang Pengembangan Profesionalisme
1. Komite Pengawas Badan Sertifikasi

• Ir. Leonard H.Hutabarat (B-05608)
• Arief Maksudi, ST (B-09267)
• Ir. Yus Rizal (B-04932)
2. Komite Pengembangan Profesionalisme Berkelanjutan.
• Ir. Iswahyudi, MSi (B-11472)
• Rina Lingga, ST, MT (B-05805)
• Ir. Fainir W.Sitompul (B-13969)
3. Komite Pengembangan Inovasi
• Ir. Lewis R.Manurung, M.Sc (B-01746)
• Ir. Semedi Napitupulu (B-04930)
• Ir. Irawan Sungkono (B-15092)

C. Dalam koordinasi Ketua Bid Standarisasi dan Kerjasama Litbang Perg.Tinggi:
1. Komite Pengembangan dan desiminasi NSPM

• Ir. Mulatua Sinaga (B-04207)
• Ir. Muhar Joni (B-07919)
• Karyawanta, ST, MSi (B-04088)
• Jandri Sianipar, ST (B-06395)
2. Komite Kerjasama Pengembangan Teknologi Terapan.
• Ir. Subur Ginting (B-03911)
• Aries Mamur, BE (B-05808)
• Ir. Agusta Sinulingga
3. Komite Kerjasama Sinkronisasi Pendidikan
• Ir. Yusrizal Lubis, MT (B-05607)
• Ahmad Kholid Nasution, SST, MT (B-17921)
• Ir. Iwan Prawira Negara Sibuea (B-11470)

D. Dalam koordinasi Bidang Pendanaan, Informasi dan Komunikasi:
1. Komite Pengembangan Informasi & dukungan IT.

• Antony Siahaan, SE, ATD, MsTr (B-02561)
• Ir. GM. Parulian Sianturi (B-05338)
• Ir. Insal Maha
2. Komite Publikasi, Komunikasi, Hub.Antar Lembaga dan Swasta.
• Ir. Hamidah (B-03922)
• Ir. Chamrialsyah (B-18606)
• Ir. Syafwan (B-19573)
3. Komite Bidang Usaha & Pendanaan
• Ir. Timbul Pasaribu (B-04196)
• Ir. Leonard Sihite (B-04933)
• Ir. Agusto Maniel Silalahi (B-07912)

E.Dalam Kordinasi Bidang Pasar Lokal,Regional & International
1. Komite Pengemb Pasar Regional & Internasional
- Ir. Victor G.Sinaga, M.Eng.Sc (B-02671)
- Jandri Sianipar, ST (B-06395) - Sanjaya, BSc, M.Eng.Sc (B-18628)

2. Komite Pengembangan Pasar Lokal
- Ir. Suheiry (B-04931) - Antony Brena, ST, MM - Berlin Tampubolon, ST (B-11843)


IV KORDINATOR WILAYAH KABUPATEN/KOTA
01. Kota Medan  Ir. Pardomuan Hutapea (B-07494)
02. Kota Binjai/Kab.Langkat  Ir.Elvi Krist S.Tarigan MSc (B-01903)
03. Kab.Serdang Bedagai  Ir. Yusran
04. Kota T.Tinggi  Ir. Ulil Fadil Nasution, MM (B-11848)
05. Kab.Deli Serdang  Ir. Parlindungan Sihotang (B-07938)
06. Kota Tj.Balai/Kab.Asahan/Kab.Batubara  Ir. Maratua Harahap
07. Kota R.Parapat/Kab.Labuhan Batu  Ir. Syafrin
08. Kota P.Siantar/Kab.Simalungun  Ir. Topot Saragih (B-16202)
09. Kab.Tobasa/Kab.Samosir  Ir. Reinhard Simanjuntak
10. Kab.Taput/Kab.Humbasa  David Pangaribuan, ST (B-12910)
11. Kab. Dairi / Kab. Pakpak Barat  Ir. Agustune Pasaribu
12. Kota P.Sidimp/Kab.TapSel/Kab.Pdg Lawas/PL Utara  Ir. Arwin Siregar
13. Kab Mandailing Natal  Ir. Hamid Lubis, CES
14. Kab. Karo  Ir. Sutan Longgadiansyah (B-10561)
15. Kota Sibolga/Kab.Tap.Tengah  Irwan Tanjung, ST (B-10180)
16. Kab.Nias/Kab.Nias Selatan  M.Harris Zalukhu, ST (B-17243)